Setelah membaca blognya si enduz, aku jadi inget pengalamanku saat kehilangan dompet. Kejadiannya sekitar 3 tahun lalu. Waktu aku belanja ke pasar baru, aku kehilangan dompet di tas. Lebih tepatnya kecopetan sih. Semua surat-surat penting di dompet, KTP,ATM,SIM bahkan STNK. Untungnya karcis parkir gak ikut hilang bersama dompet sehingga pas keluarin motornya gak terlalu ribet berurusan sama petugas parkir.
Ternyata banyak sekali hal-hal yang perlu diurus untuk menebus peristiwa kehilangan dompet.
Pertama aku melapor dulu ke pemilik motor yang kupinjam, bahwa STNK nya hilang. Rada takut juga sih pas mau bilang bahwa STNKnya hilang. Untung yang punya motor gak marah ![]()
Lalu besoknya ngurusin kartu ATM di Bank Mandiri STT Telkom. Di Bank ini, aku sempet dibuat gondok sama mbak petugasnya. Jadi sesuai prosedur dari pihak Bank minta surat kehilangan dari kepolisian, ketika aku beri fotocopy surat kehilangan (bukan aslinya), mereka tidak mau menerimanya dan aku disuruh ngambil surat kehilangan yang asli dengan alasan pihak Bank cuman mau terima asli. Pliss dong ah, gw kan gak cuman ngurusin ATM doang. Sorenya aku sampai dateng ke kantor Polisi Kebon Jati yang deket Saritem bermaksud untuk minta legalisir copyan surat keterangan kehilangan. Eh si Bapak Polisinya malah ngetawain,katanya sih cukup dicopy ajah. Yasuwdah daku siy oke-oke aja deh.
Besoknya pas ke Bank lagi, bukan mbak kemaren yang ngelayanin. tapi mas-mas gittuh. Dy bilang gpp kok pake copyan.. uuuhhhh dari kemaren kek bilangnyah… jadi gak usah repot-repot nyari polisi ke Saritem.
Masalh ATM beres, tinggal tunggu jadi deh.
Yang terakhir adalah masalah KTP dan SIM. Karena KTP dan SIMku dibuat di Solo, maka aku terpakasa harus pulang untuk mengurusnya.Ternyata cara untuk mengurus SIM yang hilang dihitung sama dengan mengurus perpanjangan SIM, dengan catatan kita memiliki fotocopyan SIM yang hilang tersebut. Jika tidak punya copyannya maka dihitung sama dengan bikin SIM baru yang memakai tes teori dan praktek. Copyan itu berguna untuk mengetahui tanggal pembuatan SIM, sehingga memudahkan petugas untuk mengecek ke database mereka.
Untungnya aku masih punya copyan SIM, jadi gak perlu ujian SIM deee..
May 15, 2008 at 6:22 am |
emang, daripada ngurus yang udah ilang, mending bikin baru ajah… bikin yang ekspres kaya SIM nembak, KTP nembak, semua serba nembak hahaha… dasar indonesia…
mampir balik ya…piss:P