Sudah lima hari ini saya terserang cacar air. Selama itu pula saya terpaksa absen dari kesibukan sehari-hari sebagai mahasiswa. Untung bagi saya, sebelum gejala penyakit itu timbul, saya sudah berada di cinere. Di rumah yang cukup nyaman kepunyaan Pakdhe ini, saya menikmati pergantian malam tahun baru dan sekaligus menjalani masa2 sakit cacar. Sehingga penyakit ini tak menjadi semakin parah karena di sini saya dapat merawat diri saya dengan lebih baik daripada jika saya masih berasa di kamar kos saya di bandung. Ngomong-ngomong apa sih cacar air itu?
Cacar Air atau nama latinnya Varisela, Chickenpox merupakan suatu infeksi virus menular ,namanya virus varicella-zoster yang menyebabkan ruam kulit berupa sekumpulan bintik-bintik kecil yang datar maupun menonjol, lepuhan berisi cairan serta keropeng, yang menimbulkan rasa gatal.
Virus varisela zoster penyebab penyakit cacar air ini berpindah dari satu orang ke orang lain melalui percikan ludah yang berasal dari batuk atau bersin penderita dan diterbangkan melalui udara atau kontak langsung dengan kulit yang terinfeksi. Karena itu, untuk mencegah penularan, sebaiknya penderita diisolasi (diasingkan). Virus ini masuk ke tubuh manusia melalui paru-paru dan tersebar ke bagian tubuh melalui kelenjar getah bening. Setelah melewati periode 14 hari virus ini akan menyebar dengan pesatnya ke jaringan kulit.
Memang sebaiknya penyakit ini dialami pada masa kanak-kanak daripada kalau sudah dewasa. Sebab itu seringkali orang tua membiarkan anak-anaknya terkena cacar air lebih dini.
Mengapa demikian?
Para pakar kedokteran mengatakan, gejala yang dialami pada orang dewasa lebih parah daripada pada masa kanak-kanak. Demam yang dialami lebih parah dan berlangsung lebih lama, sakit kepala serta lukanya lebih berat serta bekas luka yang ditinggalkan akan lebih dalam. Kalau pada anak-anak kebanyakan komplikasi hanya berupa infeksi varisela pada kulit, pada orang dewasa kemungkinan terjadinya komplikasi berupa radang paru-paru atau pneumonia 10 – 25 lebih tinggi daripada pada anak. Perokok dikatakan berisiko pneumonia lebih tinggi dibanding yang bukan perokok. Komplikasi yang langka tapi bisa terjadi berupa radang otak, radang sumsum tulang, kegagalan hati, hepatitis serta sindrom Reye (kelainan pada otak sekaligus hati).
Yang lebih mengkhawatirkan lagi, secara laten virus betah tinggal di dalam tubuh penderita selama bertahun-tahun. Pada saat daya tahan tubuh penderita melemah, muncullah infeksi sekunder dalam bentuk penyakit herpes zoster atau ruam saraf yang nyeri dan menular. Herpes zoster ini timbul dalam bentuk ruam memanjang pada bagian tubuh kanan saja atau kiri saja.
hmmm….
January 6, 2008 at 7:54 am |
aduh jeung!!! kasian sekali dirimu…tahun baru sakit cacar….yah gak papa deh setidaknya dah kena…. kalo gw kan belum pernah kena….jangan sampe deh….hiks……..=p
January 9, 2008 at 5:39 pm |
Sekarang kan udah sembuh.Kemarin ak khawatir banget lho, waktu kamu kena cacar and ak sedih gak ketemu kamu beberapa hari…..Jangan sakit lagi ya.Jaga kondisi jiwa raga and hati dengan ibadah plus tersenyumlah sll.Krn senyummu itu manis and menyejukkan hati
January 12, 2008 at 4:33 am |
ChickenPox = Cacar Ayam! Kayaknya enak tuh, tunggale kentuki sama mek di,,,
January 12, 2008 at 2:17 pm |
wah2 salah satu korban vila maniz niy….
tapi gak ngaruh koq sin meski kamu kena cacar…